Jumat, 30 November 2012

Puisi dan Syair Indah Jalaluddin Rumi



Cinta bagaikan penyakit tanpa obat
 setiap penderita meminta ditambahkan penderitaannya
 dengan suka cita mereka berharap
 kepedihan dan derita dilipatgandakan

 Takkan ada minuman di dunia
 yang manisnya melebihi racun ini
 Takkan ada lagi kesehatan di dunia
 yang lebih baik dari penyakit ini


 Cinta memanglah penyakit
tetapi, penyakit yang menyembuhkan semua penyakit
siapa saja yang pernah mengidapnya
 takkan pernah lagi menderita penyakit lain



KEARIFAN CINTA

CINTA yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
 dan tidak pada tempatnya
 bisa saja menghantarkannya
 pada keadaan ekstasi.
 Namun kenikmatan itu,
 jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya
 kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang


By : Jalaluddin Rumi




Farmasi

OBAT dapat di definisikan sebagai suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosis, mengurangi rasa sakit, mengobati atau mencegah penyakit pada manusia atau hewan. Salah satu kualitas obat yang paling mengherankan ialah mempunyai beraneka ragam kerja dan efek pada tubuh. 
Setiap produk farmasi tertentu merupakan formulasi yang unik tersendiri. Disamping ramuan terapeutik yang aktif, formulasi ini pun masih mengandung sejulah unsur-unsur nonterapeutik. Unsur-unsur ini pada umumnya dihubungkan sebagai bahan tambahan farmasetik, bahan pembantu atau bahan yang dibutuhkan, dan melalui pemakaiannya, suatu formulasi akan menimbulkan komposisi yang unik dan penampilan fisiknya yang khas, termasuk kedalam bahan-bahan tambahan ini pengisi, pengental, pembawa, surfaktan, penghancur pada tablet, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi rasa, zat pewarna dan zat pemanis.
Untuk menjamin stabilitas obat dalam suatu formulasi dan efektifitas kelanjutannya umur obat pada lazimnya, maka prinsip-prinsip kimia, fisika farmasi, mikrobiologi dan teknologi farmasi harus diterapkan. 
Begitu hasil produk farmasi dibuat ia harus diatur dengan tepat, apabila diharapkan si pasien mendapatkan manfaatnya secara maksimum. Obat harus diminum dalam jumlah yang cukup pada waktu-waktu yang tertentu dan untuk jangka waktu yang ditetapkan untuk mencapai tujuan pembuat resep. Efektifitas obat harus dinilai kembali ada tenggang waktu yang teratur dan perlu dilakukan penyesuaian dan pengaturan dosis atau perencanaan dosisnya.
SEJARAH FARMASI, obat-obatan dalam bentuk tumbuhan dan mineral, telah jauh lebih lama dari manusianya sendiri. Penyakit pada manusia dan nalurinya untuk mempertahankan hidup, setelah bertahun-tahun, membawa kepada penemuan-peneman. Penggunaan obat-obattan, walaupun dalam bentuk yang sederhana, tidak diragukan lagi, sudah berlangsung sejak jauh sebelum adanya sejarah yang ditulis, karena naluri orang-orang primitif untuk menghilangkan rasa sakit pada luka dengan meremdamnya dalam air dingin atau menempelkan daun segar pada luka tersebut atau menutupinya dengan lumpur, hanya berdasarkan pada kepercayaan. (Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi IV Howard C.Ansel)

Rabu, 08 Agustus 2012

TUGAS FARMAKOLOGI


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, banyak orang yang sering mengalami sakit maag. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti diet yang tidak teratur, terlambat untuk makan, stress fisik, kondisi medis dan lain-lain. Maag dapat muncul secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat (akut), waktu yang lama (kronik), atau karena kondisi khusus seperti adanya penyakit lain. Kebanyakan orang mengonsumsi obat maag ketika rasa sakit maag terasa. Salah satu contoh obat untuk mengatasi rasa sakit maag yang disediakan di pasaran adalah promag, antasida merupakan suatu unsur yang terkandung dalam promag. Lambung kita antara lain berisi zat yang bersifat asam, yaitu asam klorida. Antasida diberikan secara oral (diminum) untuk mengurangi rasa perih akibat suasana  lambung yang terlalu asam, dengan cara menetralkan asam lambung. Selain menetralkan asam lambung, antasida juga meningkatkan pertahanan mukosa lambung dengan memicu produksi prostaglandin pada mukosa lambung.
Antasida merupakan unsur kimia yang terdapat pada obat maag. Ada beberapa manfaat positif dari obat maag (yang sudah sedikit tertuang di alinea atas) apabila penderita mengonsumsinya. Pada makalah ini, kami ingin menggali dan mencari tahu bagaimana mekanisme kerja antasida dan dampak mengonsumsi antasida pada gaster, intestinum tenue dan crassum.
1.2 Tujuan
 1.2.1 Untuk mengetahui mekanisme kerja antasida dan dampak  mengonsumsi antasida.

1.3 Manfaat
1.3.1 Menambah wawasan kita mengenai mekanisme kerja antasida dan dampak mengonsumsi antasida

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Kelebihan asam lambung(tukak lambung)
Sakit asam lambung terjadi ketika asam yang berlebih di lambung kita mendesak ke atas, menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman di daerah ulu hati dan LES (Lower Esophageal Sphincter). LES adalah otot yang menyambungkan lambung dengan kerongkongan. Ketika asam lambung mendesak ke atas, asam tersebut bisa jadi terus mendesak sampai ke kerongkongan kita atau bahkan sampai ke mulut. Ketika sampai di mulut, kita akan merasakan betapa panasnya asam tersebut.
Proses yang normal berlangsung sebagai berikut. Ketika kita menelan makanan, LES berada dalam kondisi relaks sehingga makanan dan cairan dari kerongkongan dapat masuk ke lambung. Setelah itu, LES menutup kembali, sehingga mencegah asam lambung masuk ke atas, ke kerongkongan. Oleh karena itu, sakit asam lambung juga bisa jadi disebabkan karena ketidaknormalan fungsi LES tersebut.
Beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami sakit asam lambung adalah
  1. Rasa sakit dan panas di daerah dada dan ulu hati. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan istilah heartburn.
  2. Rasa panas di kerongkongan.
  3. Sakit tenggorokan dan suara serak.
  4. Mulut terasa pahit dan masam.
  5. Susah ketika menelan makanan atau minuman.
  6. Batuk kering.
  7. Sendawa yang cukup sering.


Beberapa pola hidup yang harus diubah untuk mencegah dan/atau menyembuhkan asam lambung adalah sebagai berikut:
  1. Berhenti merokok.
    Merokok dapat menyebabkan LES (Lower Esophageal Sphincter) tidak bekerja secara normal. Selain itu, tembakau dapat memicu meningkatnya produksi asam lambung.
  2. Kurangi berat badan.
    Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada perut dan mendorong asam lambung ke kerongkongan.
  3. Hindari waktu makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur
    Jika kita memakan terlalu banyak makanan, asam lambung akan dengan mudah terdorong ke atas, ke kerongkongan. Selain itu, jika waktu makan malam kita terlalu dekat dengan jam tidur, itu juga akan memicu asam lambung untuk menekan ke atas.
  4. Saat tidur, usahakan kepala dan badan bagian atas lebih tinggi daripada perut dan badan bagian bawah.
    Jika kita berbaring tanpa menggunakan bantal, asam lambung akan mudah tertekan ke kerongkongan melalui LES.
Berikut ini adalah daftar makanan yang harus dihindari oleh penderita asam lambung. Jika kita dengan konsisten dapat menghindari makanan dan minuman yang tercantum di bawah ini, insya Allah kesembuhan akan didapat dengan cepat.
  • Makanan pedas
  • Bawang (onion)
  • Cokelat
  • Kopi
  • Minuman bersoda
  • Cuka
  • Jus jeruk
  • Minuman beralkohol


2.2 Antasida
Antasida merupakan salah satu pilihan obat dalam mengatasi sakit maag. Antasida diberikan secara oral (diminum) untuk mengurangi rasa perih akibat suasana lambung yang terlalu asam, dengan caramenetralkan asam lambung. Asam lambung dilepas untuk membantu memecah protein. Lambung, usus, dan esophagus dilindungi dari asam dengan berbagai mekanisme. Ketika kondisi lambung semakin asam ataupun mekanismeperlindungan kurang memadai, lambung, usus dan esophagus rusak oleh asammemberikan gejala bervariasi seperti nyeri lambung, rasa terbakar, dan berbagaikeluhan saluran cerna lainnya.

Pengertian Antasida adalah berasal dari kata anti yang berarti lawan dan acidus yang berarti asam, sehingga antasida adalah zat yang sifatnya berlawanan denganasam, yaitu basa. Lambung kita antara lain berisi zat yang bersifat asam, yaitu asam klorida. Kondisi lambung bisa terganggu apabila asam tersebutkeberadaannya menjadi lebih besar dari keadaan normal atau asam yang terkandung dalam lambung sangat berlebihan sehingga menyebabkangangguan pada lambung. Antasida adalah obat yang mengandung basa ± basa lemah yang digunakan untuk menetralkan asam lambung yang berlebihan. Antasida terdiri darisenyawa magnesium, aluminium, bismut, Hidrotalsit, kalsium karbonat, dan Na-Bikarbonat.

Antasida berasal dari kata anti atau lawan dan acidus atau asam yaitu digunakan untuk menetralisir kelebihan asam lambung, merupakan basalemah yang bereaksi dengan asam lambung untuk membentuk air dan garam,dengan demikian dapat menghilangkan keaaman lambung.

2.1.1 Tujuan pengobatan
Tujuan pengobatanya dalah menghilangkan gejala mempercepat penyembuhan dan mencegahkomplikasi lebih lanjut


2.1.2 Penggolongan obat
Penggolongan Obat Antasida berdasarkan mekanisme kerjanya obat-obat antasida dapat digolongkan menjadi
1.AntihiperasiditasObat dengan kandungan alumunium dan atau magnesium bekerja secarakimiawi dengan mengikat kelebihan Hcl dalam lambung.
2.Perintang reseptor Semua antagonis reseptor H2 menyembuhkan tukak lambung dan duodenumdengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatanreseptor H2.
Contoh obat: simetidin, ranitidine, famotidin, nizatidin.
2.1.3 Interaksi obat Antasida
v  1. Antasida berpengaruh pada penyerapan obat,itu artinya efek obat menurun.
2. Antasida mengubah keasaman air kemih,itu artinya beberapa obat diserap kembali oleh    tubuh dan tidak dikeluarkan,sama artinya efek obat akan meningkat.
3. Antasida dengan Amfetamin : Amfetamin dapat digunakan untuk obat pelangsing,masalah perilaku hiperkinetik pada anak anak. Indikasi obat antara Ampetamin dan Antasida itu artinya efek Amfetamin meningkat akibatnya terjadi efek samping yang merugikan karena terlalu banyak Amfetamin dalam badan. Akibatnya : gelisah,berdebar,penglihatan kabur,jantung berdebar.
2.1.4 Kombinasi obat
Obat yang dikombinasikan dengan antasida yaitu:.
  1. Antikolonergik yaitu zat yang menekan produksi getah lambung dan melawankejang-kejang. Contoh obatnya yaitu exstrakbelladonae 
  2. Obat penenang atau sedative yaitu untuk menekan stress karena dapat memicusekresi asam lambung, contoh obatnya yaitu flordiazepoksida
C.    Spasmolitika yaitu untuk melemaskan ketegangan otat lambung usus dan                          mengurangi      kejang-kejang, contoh obat papaverin

  1. Dimetikon berfungsi memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah diserap.


2.3 Pengertian antispasmodik
Antispasmodik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kejang pada saluran cerna yang mungkin disebabkan diare, gastritis, tukak peptik dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh penggolongan obat beserta mekanisme kerjanya:
1.      Hyoscine
Obat ini beraksi pada sistem saraf otonom dan mencegah kejang otot. Obat ini biasa digunakan untuk pra pengobatan untuk mengosongkan secresi paru-paru. Obat ini juga digunakan untuk pengobatan tukak lambung.
  1. Clidinium
Kombinasi chlordiazepoxide dan clidinium bromide digunakan untuk mengobati lambung yang luka dan teriritasi. Obat ini membantu mengobati kram perut dan abdominal. Chlordiazepoxide dapat menyebabkan kecanduan. Meskipun demikian, sewaktu mengkonsumsi chlordiazepoxide dan clidinium bromide, jangan minum dengan dosis besar atau minum lebih lama dari yang dokter resepkan. Toleransi mungkin terjadi karena pemakaian jangka panjang atau berlebihan yang membuat pengobatan kurag efektif. Obat ini harus dikonsumsi secara teratur agar pengobatannya efektif. Jangan lewatkan dosis walaupun anda pikir anda tak membutuhkannya. Jangan konsumsi kombinasi obat ini lebih dari 4 bulan atau menghentikan pengobatan tanpa konsultasi ke dokter anda terlebih dahlu
3.      Mebeverine
Obat ini digolongkan sebagai obat antispasmodic. Mebeverine digunakan untuk mengobati kram dan kejang pada perut dan usus. Mebeverine khususnya digunakan dalam pengobatan irritable bowel syndrome (IBS) dan konsisi sejenis. Di Indonesia Mebeverine hanya tersedia dalam bentuk tablet.

  1. Papaverine
Papaverine digunakan untuk meningkatkan peredaran darah pada pasien dengan masalah sirkulasi darah. Papaverine bekerja dengan merelaksasi saluran darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah ke jantung dan seluruh tubuh. Papaverine adalah golongan alkaloid opium yang diindikasikan untuk kolik kandungan empedu dan ginjal dimana dibutuhkan relaksasi pada otot polos, emboli perifer dan mesenterik. Sediaannya selain tunggal juga ada yang dikombinasi dengan obat Metamizole
  1. Timepidium
Timepidium diindikasikan untuk sakit akibat spasme/kejang otot halus yang disebabkan oleh gastritis (radang lambung), ulkus peptikum, pankreatitis, penyakit kandung empedu dan saluran empedu, lithangiuria.
Di Indonesia ada dalam bentuk sediaan oral tablet dan injeksi.
  1. Pramiverine
Pramiverine diindikasikan untuk spasme/kejang dan kolik yang terasa sangat sakit pada saluran pencernaan, saluran empedu, dan saluran kemih, dismenore (nyeri perut pada saat haid), nyeri setelah operasi.
Di Indonesia ada dalam bentuk sediaan oral tablet dan injeksi.
  1. Tiemonium
Tiemonium Methylsulfate adalah obat antispasmodic antikolinergik sintetis. Tiemonium mengurangi kejang otot pada usus, bilari, kandung kemih, dan uterus. Tiemonium diindikasikan untuk nyeri pada penyakit gastrointestinal dan biliary and seperty gastroenteritis, diare, disentri, biliary colic, enterocolitis, cholecystitis, colonop.

                                                                       
2.3.1 Interaksi obat
1. Interaksi Antispasmodik dengan Antibiotik( golongan Peptida)
Golongan Peptida (Polimiksin B,Kolistin), Linkolisin dan Klindamisin
Penderita dengan pengobatan salah satu Antibiotik di atas harus disertai pertimbangan tentang : besarnya dosis,penggunaan garam Ca bila pernafasan spontan tidak segera kembali.
2.      Interaksi dengan obat lain
Antikolinestirase (neostigmin,piridostigmin,edrofonium). Atropin diberikan bersama untuk mencegah perangsangan reseptor muskarinik. Antikolinesterase bekerja sinergik dengan obat pelumpuh otot secara depolarisasi peristen menghasilkan hambatan neuromuskuler.
2.3.2 Tujuan penggunaan Antispasmodik
Antispasmodik dapat merelaksasi otot polos saluran pencernaan. Termasuk disini adalah obat golongan antikolinergi dan antagonis reseptor dopamine. Obat golongan ini sering digunakan untuk nyeri GI karena kontraksi yang berlebihan contohnya adalah alkaloid belladon (ekstrak belladon), antropinsulfat, propantalin bromida, dan hiosin butyl bromide.
Antispasmodik diindikasikan pada gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan spasme otot polos dan untuk dismenore.





            
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mekanisme kerja senyawa-senyawa yang terdapat dalam antisida berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Senyawa-senyawa antisida tersebut juga memiliki efek samping yang berbeda-beda pula. Mengonsumsi antasida dapat menyebabkan sekresi asam lambung menjadi terhambat sehingga bisa mengakibatkan gangguan fungsi lambung. Pemberian obat antispasmodik pada penderita maag adalah untuk mengurangi kejang daripada perut.
3.2 Saran
Penulisan laporan ini masih belum lengkap dan belum tertuang secara detail terhadap topik yang kami bahas. Oleh karena itu, kami menyarankan kepada penulis selanjutnya untuk menggali dan menelaah lebih dalam lagi tentang apa pengaruh lain dari antasida dan antispasmodik yang belum tertulis dalam laporan ini.
                                                                                   








Kamis, 26 Juli 2012

FARMAKOGNOSI


 Rangkuman materi kelas X
v RHIZOMA
1.     Nama latin : BOESENBERGIAE RHIZOMA
Nama lain : Temu kunci
Kegunaan : antidiare
2.     Nama latin : CALAMI RHIZOMA
Nama lain : dlingo, jaringau
Kegunaan : bahan pewangi, karminativa, insektisida, demam nifas
3.     Nama latin : CURCUMAE RHIZOMA
Nama lain : temu lawak, koneng gede
Kegunaan : kolagoga. Antispasmodik, amara
4.     Nama latin : CURCUMAE AERUGINOSAE  RHIZOMA
Nama lain : temu hitam
Kegunaan : bagian dari jamu, antirematika, karminativa
5.     Nama latin : CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA
Nama lain : kunyit
Kegunaan : karminativa, antidiare, kolagoga, skabisida
6.     Nama latin : CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA
Nama lain : rimpang temu giring
Kegunaan : antiseptika kulit, anthelmintika
7.     Nama latin : CYPERI RHIZOMA
Nama lain : rimpang teki
Kegunaan : diuretika, stomakika
8.     Nama latin : IMPERATAE RHIZOMA
Nama lain : akar alang-alang
Kegunaan : diuretika, antipiretika
9.     Nama latin : KAEMPFERIAE RHIZOMA
Nama lain : kencur
Kegunaan ; ekspetransia, diaforetika, karminativa, stimulansia, roboransia
10. Nama latin : LANGUATIS RHIZOMA
Nama lain : lengkuas
Kegunaan : bumbu, karminativa, antifungi
11. Nama latin : ZINGIBERIS  RHIZOMA
Nama lain : jahe
Kegunaan : karminativa, stimulansia, diaforetika
12. Nama latin : ZINGIBERIS  AROMATICAE RHIZOMA
Nama lain : lempuyang wangi
Kegunaan : karminativa, stomakika
13. Nama latin : ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA
Nama lain : lempuyang pahit
Kegunaan : stomakika
14. Nama latin : ZINGIBERIS PURPUREI RHIZOMA
Nama lain : panglay
Kegunaan : karminativa, menghangatkan badan
15. Nama latin : ZINGIBERIS ZERUMBETI RHIZOMA
Nama lain : lenpuyang gajah
Kegunaan : karminativa, stomakika

v RADIX
1.     Nama latin : CATHARANTHI RADIX
Nama lain : akar tapak dara
Kegunaan : peluruh kemih (emenagoga), obat diabetes, obat kanker
2.     Nama latin : DERRIDIS RADIX
Nama lain : akar tuba
Kegunaan : racun panah, racun ikan, skabisida, insektisida
3.     Nama latin : ELEPHANTOPI RADIX
Nama lain : akar tapak liman
Kegunaan : anti demam
4.     Nama latin : EURYCOMAE RADIX
Nama lain : akar pasak bumi
Kegunaan : diuretia, antipiretika, aprodisiaka
5.     Nama latin : GLYCYRRHIZAE RADIX
Nama lain : akar manis
Kegunaan : antitusiv
6.     Nama latin ; IPECACUANHAE RADIX
Nama lain : akar ipeka
Kegunaan : - dalam jumlah kecil untuk penambah nafsu makan, -dalam jumlah sedang untuk diaforetika dan ekspetoransia, -dalam jumlah banyak sebagai emetika
7.     Nama latin : PANACIS RADIX
Nama lain : ginseng
Kegunaan : amara dan stimulansia
8.     Nama latin : RAUWOLFIAE SERPERTINAE RADIX
Nama lain : akar pulepandak
Kegunaan : antihipertensi, dan gangguan neuropsikhiatrik
9.     Nama latin : RHEI RADIX
Nama lain : kelembak
Kegunaan : laksantiva
10. Nama latin : VALERIANAE RADIX
Nama lain :akar valerian
Kegunaan : sedativa
11. Nama latin : VETIVERIAE RADIX
Nama lain : akar wangi
Kegunaan : bahan pewangi,diafotertika



v CORTEX
1.     Nama latin : ALSTONIAE CORTEX
Nama lain : kulit pule
Kegunaan : antipiretika, antimalaria, stomakika, antidiabetika, anthelmintika
2.     Nama latin : ALYXIAE CORTEX
Nama lain : pulasari
Kegunaan : bahan pewangi, karminativa, antidemam
3.     Nama latin : BURMANI CORTEX
Nama lain : kulit manis jangan
Kegunaan : diaforetika, karminativa, antiiritansia, bahan pewangi, bumbu masak
4.     Nama latin : CINCHONAE CORTEX
Nama lain : kulit kina
Kegunaan : antipiretika, antimalaria, amara
5.     Nama latin : CINNAMOMI CORTEX
Nama lain : kulit kayu manis
Kegunaan : karminativa, menghangatkan lambung, dicampur dengan adstringensia lainnya untuk obat mencret
6.     Nama latin :GRANATI CORTEX
Nama lain : kulit batang delima
Kegunaan : pengelat(astringensia), antelmintika
7.     Nama latin : GRANATI FRUCTUS CORTEX
Nama lain : kulit buah dlima
Kegunaan : pengelat usus(adstringensia), obat cacing
8.     Nama latin : LITSEAE CORTEX
Nama lain : kulit krangean
Kegunaan : karminativa, spasmolitika, stomakika
9.     Nama latin : PARAMERIAE CORTEX
Nama lain : kulit kayu rapat, pegatsih
Kegunaan : pengelat ( atsringensia)
10. Nama latin : SIMPLOCI CORTEX
Nama lain : kulit sariawan
Kegunaan : antisariawan
11. Nama latin : SYZYGII CORTEX
Nama lain : kulit jamblang
Kegunaan : astringensia, obat kencing manis

v BULBUS, CORMUS, LIGNUM, CAULIS, TUBER
1.     Nama latin : ALII SATIVI BULBUS
Nama lain : bawang putih
Kegunaan : antikolestrol, antiseptika, antispasmodik, antiiritansia
2.     Nama latin : COLCHICI CORMUS
Nama lain : daun umbi kolkisi
Kegunaan : antireumatika
3.     Nama latin : SANTALI LIGNUM
Nama lain : kayu cendana
Kegunaan : diuretika, karminativa, antispasmodik
4.     Nama latin : SAPPAN LIGNUM
Nama lain : kayu secang
Kegunaa :astringensia
5.     Nama lain : TINOSPORAE CAULIS
Nama lain : bratawali
Kegunaan : obat demam, tonikum, antidiabetes
6.     Nama latin : SOLANI TUBERA
Nama lain : umbi kentang
Kegunaaan : zat tambahan

v HERBA
1.     Nama latin : ANDROGRAPHIDIS HERBA
Nama lain : sambiloto
Kegunaan :tonikum, antipiretika, diuretika
2.     Nama latin : BELLADONNAE HERBA
Nama lain : herba beladon
Kegunaan : sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme, parasimpatolitik
3.     Nama latin : CENTELLAE HERBA
Nama lain : herba pegagan, daun kaki kuda
Kegunaan : diuretika, amara, tonikum, astringensia, obat sariawan
4.     Nama latin : EQUISETI HERBA
Nama lain : greges otot, rumput betung
Kegunaan : diuretika
5.     Nama latain : EPHEDRAE EQUISETINAE HERBA
Nama lain : herna ephedra equisetina
Kegunaan : vasodilatansia, obat sesak napas
6.     Nama latin : HIRTAE HERBA
Nama lain : patikan kebo, gendong anak
Kegunaan : obat batuk, sedativa
7.     Nama latin : HYOSCYAMI HERBA
Nama lain : herba hiosiami
Kegunaan : sesak napas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme, parasimpatolikum, antispasmodik, penenang, melemaskan otot polos
8.     Nama latin : MENTHAE ARVENSITIS HERBA
Nama lain : daun poko
Kegunaan : karminativa, antispasmodik, diaforetika
9.     Nama lati : MENTHAE PIPERITAE
Nama lain : herba pepermin
Kegunaan : karmninativa
10. Nama latin : PHYLLANTHI HERBA
Nama lain : meniran
Kegunaan : diuretika
11. Nama latin : SERPYLLI HERBA
Nama lain : herba serpili
Kegunaan : ekspetoransia
12. Nama latin : STRAMONII HERBA
Nama lain : herba stramonii
Kegunaan : sesak napas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme
13. Nama latin : THYMI HERBA
Nama lain : herba timi
Kegunaan : obat batuk( ekspetoransia)