Kamis, 07 Februari 2013

OBAT SISTEM SARAF (golongan analgesik antipiretik)

ANALGESIK ANTIPIRETIK


Analgesik



adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang menderita.

Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan motorik yang tidak menyenangkan, berhubungan dengan adanya potensi kerusakan jaringan atau kondisi yang menggambarkan kerusakan tersebut.
 Sedangkan antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan demam (suhu tubuh yang tinggi). Pada umumnya (sekitar 90%) analgesik mempunyai efek antipiretik.


Gejala Nyeri dapat digambarkan sebagai rasa benda tajam yang menusuk, pusing, panas seperti rasa terbakar, menyengat, pedih, nyeri yang merambat, rasa nyeri yang hilang – timbul dan berbeda tempat nyeri.
  Apa yang menyebab kan nyeri ?


Nyeri terjadi jika organ tubuh, otot, atau kulit terluka oleh benturan, penyakit, keram, atau bengkak. Rangsangan penimbul nyeri umumnya punya kemampuan menyebabkan sel-sel melepaskan enzim proteolitik (pengurai protein) dan polipeptida yang merangsang ujung saraf yang kemudian menimbulkan impuls nyeri. Senyawa kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin beraksi membuat ujung saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri oleh polipeptida ini.
 Penanganan Nyeri


Obat-obat yang dapat mengurangi nyeri antara lain:
· 
Golongan Para amino fenol à asetaminofen (Parasetamol ), fenasetin
Golongan Pirazolon à dipiron (antalgin)
·  
Derivat Asam Salisilat à Aspirin, Benorilat, Diflunisal, Salsalat
        
1 Derivat.As.Fenamat à As.Mefenamat, Meklofenamat
2 Derivat Asam Propionat à As.Tiaprofenat, Fenbufen, Flurbiprofen, Ibuprofen, Ketoprofen, Naproksen
3 Derivat As.Fenilasetat à Diklofenak, Fenklofenak
 Analgetika
Analgetik adalah senyawa yang dapat menekan fungsi sistem saraf secara selektif. Digunakan untuk mengurangi rasa sakit tanpa mempengaruhi kesadaran. Analgetik bekerja dengan meningkatkan nilai ambang persepsi rasa sakit. Berdasarkan mekanisme kerja pada tingkat molekul, analgetik dibagi menjadi dua golongan yaitu analgetik narkotik dan analgetik non-narkotik. Analgetik Narkotik
Analgetik narkotik adalah senyawa yang dapat menekan fungsi sistem saraf pusat secara selektif. Digunakan untuk mengurangi rasa sakit, yang moderat ataupun berat, seperti rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit kanker, serangan jantung akut, sesudah operasi, dan kolik usus atau ginjal. Analgetik narkotik sering pula digunakan untuk pramedikasi anestesi, bersama-sama dengan atropin, untuk mengontrol sekresi
Analgetik Non-narkotik
Analgetik non-narkotik digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang ringan sampai moderat, sehingga sering disebut analgetik ringan. Analgetik non-narkotik bekerja menghambat enzim siklooksigenase dalam rangka menekan sintesis prostaglandin yang berperan dalam stimulus nyeri dan demam. Karena itu kebanyakan analgetik non-narkotik juga bekerja antipiretik. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Obat Analgetik Non-Narkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik).
Berdasarkan struktur kimia, analgetik non narkotik dibagi 7 kelompok antara lain :
I. Turunan Asam Salisilat
Asam salisilat mempunyai aktivitas analgesik antipiretik dan antirematik. Obat ini bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada nyeri kepala, nyeri otot dan nyeri yang berhubungan dengan rematik. Penggunaan asam salisilat tidak pernah dilakukan secara per oral karena terlalu toksik. Efek samping nya adalah iritasi lambung karena gugus karboksilat bersifat asam. Senyawa-senyawa turunan asam salisilat seperti aspirin, salisilamid, diflunisal lebih banyak digunakan. Untuk meningkatkan aktivitas analgesik antipiretik dan mengurangi efek sampingnya dapat dilakukan dengan 4 jalan yaitu :
a. Mengubah gugus karboksil melalui pembentukan garam, ester maupun amida. Contoh : metil salisilat, asetaminosalol, natrium salisilat, kolin salisilat, magnesium salisilat & salisilamid
b. Substitusi pada gugus hidroksil. Contoh : aspirin (asam aseti salisilat), salisil.
c. Modifikasi pada gugus karboksil dan hidroksil. Berdasarkan pada prinsip salol, senyawa secara in vivo akan terhidrolisis menjadi aspirin. Contoh : aluminium aspirin dan karbetil salisilat.
d. Memasukkan gugus OH pada cincin aromatik atau menambah gugus lain. Contoh : diflunisal, flufenisal, meseklazon.
Hubungan struktur dan aktivitas pada turunan asam salisilat
1. Senyawa yang aktif sebagai antiradang adalah anion salisilat. Gugus karboksilat penting untuk aktivitas dengan gugus hidroksil harus berdekatan.
2. Turunan halogen seperti 5-klorsalisilat dapat menambah aktivitas namun memiliki toksisitas yang lebih besar.
3. Pemasukan gugus amino pada posisi 4 akan menyebabkan hilangnya aktivitas.
4. Pemasukan gugus metil pada posisi 3 akan menyebabkan metabolisme gugus asetil menjadi lebih lambat.
5. Penambahan gugus aril pada posisi 5 akan meningkatkan aktivitas.
6. Adanya gugus difluorofenil pada posisi para dengan karboksilat (misal diflunisal) akan menambah aktivitas analgesik, memperpanjang masa kerja obat dan menghilangkan efek samping (iritasi saluran cerna).
7. Iritasi lambung pada aspirin ditujukan pada gugus karboksilat sehingga esterifikasi gugus akan mengurangi efek iritasi.

II. Turunan Anilin & para Aminofenol
Turunan anilin dan p-aminofenol memiliki aktivitas sebagai analgesik antipiretik namun tidak memiliki aktivitas sebagai antiradang dan antirematik. Efek samping yang sering terjadi adalah methaemoglobin dan hepatotoksik. Contoh : asetaminofen, asetanilid, dan fenasetin.
Hubungan struktur aktivitas pada turunan anilin dan p-aminofenol
1. Anilin memiliki aktivitas antipiretik yang tinggi namun efek sampingnya juga besar karena menyebabkan methaemoglobin (Hb dalam bentuk ferri, tidak dapat berfungsi membawa oksigen).
2. Substitusi pada gugus amino mengurangi kebasaan sehingga mengurangi aktivitas dan efek sampingnya.
3. Turunan aromatik pada asetanilid dan benzanilid sukar larut dalam air, tidak dapat membawa cairan tubuh ke reseptor sehingga mengurangi aktivitasnya. Salisilanilid meskipun tidak memiliki efek antipiretik namun dapat digunakan sebagai antijamur.
4. Para-aminofenol merupakan produk metabolit dari anilin dan memiliki toksisitas lebih rendah namun masih terlalu toksik untuk digunakan sebagai obat sehingga perlu modifikasi strukturnya.
5. Asetilasi pada gugus amino pada p-aminofenol dapat mengurangi efek samping.
6. Esterifikasi pada gugus hidroksi dengan metil (anisidin), etil (fenetidin) meningkatkan efek analgesik namun karena masih mengandung amina bebas, dapat menyebakan methaemoglobin.
7. Pemasukan gugus polar, gugus karboksilat ke dalam inti benzen, akan menghilangkan aktivitas.
8. Etil eter dari asetominophen (fenasetin) mempunyai aktivitas analgesik cukup tinggi namun penggunaan jagka panjang dapat mengakibatkan methaemoglobin, kerusakan ginjal, dan karsinogenik.
9. Ester salisilat pada asetaminofen (fenetsal) mengurangi efek toksis dan emnambah aktivitas analgesik.

III. Turunan 5-Pirazolon & Pirazolidindion
Mengurangi rasa skt nyeri kepala, nyeri spasma usus, ginjal, sal empedu&urin, neuralgia, migrain,dismenerhu, nyeri gigi, nyeri rematik. Efek samping : agranulositosis pada bbrp kasus dpt berakibat fatal. Contoh : antipirin, amidopirin, dan metampiron.
a. Antipirin (fenazon)
Mempunyai aktivitas analegsik antipiretik setara dengan asetanilid. Efek samping agranulositosis lebih besar dan memiliki efek paralisis pada saraf sensorik dan motorik sehingga digunakan untuk anestesi lokal dan vasokontriksi pada pengobatan laringitis dan rinitis. Dosis larutan 5-15 %
b. Amidopirin
Memiliki aktivitas analgesik setara antipirin. Absorbsi obat dalam saluran cerna lebih cepat dengan waktu paro 2-3 jam dan 25-30% terikat dengan protein plasma.
c. Metampiron
Metampiron merupakan analgesik yang cukup populer di Indonesia. Metapiron terabsorbsi cepat dalam saluran cerna dan cepat termetabolisme di hati. Dosis yang digunakan adalah 50mg 4 kali sehari.
Pada turunan pirazolidindion memiliki gugus keto pada C3 sehingga dapat membentuk enol aktif yang mudah terionisasi.
Hubungan struktur aktivitas turunan pirazolidindion
1. Substitusi atom H pada C4 dengan gugus metil menghilangkan aktivitas antiradang karena senyawa tidak dapat membentuk gugus enol.
2. Penggantian 1 atom N pada inti pirazolidindion dengan atom O, pemasukan gugus metil dan halogen pada cincin benzen dan penggantian gugus n-butil dengan gugus alil atau propol tidak memengaruhi aktivitas antiradang.
3. Penggantian inti benzen dengan siklopentan atau sikloheksan akan menghilangkan aktivitas.
4. Penigkatan keasaman akan mengurangi efek antiradang dan meningkatkan efek urikosurik.
IV. Turunan Asam N-Arilantranilat
Turunan asam N-antranilat merupakan analog nitrogen dari asam salisilat. Turunan ini memiliki antiradang pada pengobatan rematik, mengurangi rasa nyeri pada nyeri ringan dan moderat. Efek samping iritasi saluran cerna, diare, mual, nyeri abdominal, anemia, agranulositosis, dan trombositopenia. Contoh : Asam mefenamat, asam flufenamat, asam meklofenamat
Hubungan struktur aktivitas turunan asam antranilat
1. Aktivitas lebih tinggi jika pada inti benzen yang memunyai atom N dengan posisi 2,3, dan 6.
2. Senyawa yang aktif adalah turunan senyawa 2,3 disubstitusi.
3. Memilikiaktivitas lebih tinggi jika gugus pada N-aril di luar koplanaritas asam antranilat.
4. Struktur tidak planar tersebut sesuai dengan reseptor hipotetik antiradang.
5. Adanya substitusi pada o-metil pada asam mefenamat dan o-klor pada asam meklofenamat meningkatkan aktivitas analgesik.
6. Penggantian atom N pada asam mefenamat dengan senyawa isosterik seperti O,S, CH2 menrurunkan aktivitas.

V. Turunan Asam Arilasetat & Heteroarilasetat
Turunan asam arilasetat dan heteroarilasetat memiliki aktivitas cukup tinggi namun efek samping pada saluran cerna cukup besar. Contoh : diklofenak, ibuprofen, ketoprofen, fenoprofen, namoksirat, dan fenbufen
Hubungan struktur aktivitas turunan asam arilasetat dan heteroarilasetat
1. Mempunyai gugus karboksil atau ekivalennya seperti asam enolat, asma hidroksamat, sulfonamida, tetrasol yang terpisah oleh 1 atom C dari inti aromatik datar.
2. Adanya gugus α-metil pada rantai samping asetat dapat meningkatkan aktivitas antiradang. Contoh : ibufenak tidak mempunyai gugus α-metil dan bersifat hepatotoksik. Makin panjang rantai C, aktivitas semakin rendah.
3. Adanya α-substitusi senyawa bersifat optis aktif dan kadang-kadang isomer 1 lebih aktif dibanding yanglain. Konfigurasi yang aktif adalah bentuk isomer S. Contoh : S(+) ibuprofen lebih aktif dibanding isomer (-). Sedangkan isomer (+) dan (-) fenoprofen mempunyai aktivitas yang sama.
4. Mempunyai gugus hidrofob yang terikat pada C inti aromatik pada posisi meta atau para dari gugus asetat.
5. Turunan ester dan amida juga memunyai aktivitas antiradang karena secara in vivo dihidrolisis menjadi bentuk asamnya.

VI. Turunan Oksikam
Turunan ini umumnya bersifat asam, mempunyai efek antiradang, analgesik, antipiretik, efektif untuk pengobatan simtomatik rematik atritis, osteoartritis, dan antipirai.
Contoh : piroksisam, tenoksisam, isoksisam.
a. Piroksisam
Piroksisam memilikiefek analgesik, antirematik, antiradang setara dengan indometasin dengan masa kerja yang cukup panjang. Piroksisam memiliki efek samping iritasi saluran cerna yang cukup besar. Piroksisam terserap dengan baik pada saluran cerna, 99% obat terikat pada protein plasma. Kadar tertinggi plasma pada 3-5 jam setelah pemberian oral dengan waktu paro plasma 30-60 jam.
b. Tenoksisam
Tenoksisam mempunyai aktivitas antiradang , analgesik-antipiretik dan juga menghambat agregasi platelet. Tenoksisam terutama digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat keradangan dan kelainan degeneratif pada sistem otot rangka. Efek iritasi saluran cerna cukup besar dengan waktu paro 72 jam.


Sumber :
http://riskamsekali.wordpress.com

http://www.farmasiku.com

Senin, 04 Februari 2013

DOSIS

Dosis
Pengertian Dosis
Kecuali dinyatakan lain, yang dimaksud dengan dosis adalah dosis maksimum, yaitu dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutis dan rektal. Selain dosis maksimal juga dikenal dosis lazim, dalam Farmakope edisi III tercantum dosis lazim untuk dewasa juga untuk bayi dan anak. Umumnya merupakan petunjuk dan tidak mengikat.
Definisi dosis (takaran) suatu obat ialah banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita baik untuk dipakai sebagai obat dalam maupun obat luar. Ketentuan Umum FI edisi III mencantumkan 2 dosis yakni :
1). Dosis Maksimal ( maximum), berlaku untuk pemakaian sekali dan sehari. Penyerahan obat dengan dosis melebihi dosis maksimum dapat dilakukan dengan membubuhi tanda seru dan paraf dokter penulisan resep, diberi garis dibawah nama obat tersebut atau banyaknya obat hendaknya ditulis dengan huruf lengkap.
2). Dosis Lazim (Usual Doses), merupakan petunjuk yang tidak mengikat tetapi digunakan sebagai pedoman umum (dosis yang biasa / umum digunakan).
Macam – Macam Dosis
Ditinjau dari dosis (takaran) yang dipakai, maka dapat dibagi sebagai berikut :
1).
Dosis terapi
adalah dosis (takaran) yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan si sakit.
2).
Dosis maksimum
adalah dosis (takaran) yang terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian sekali dan sehari tanpa membahayakan.
3).
L.D.50
adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada 50% hewan percobaan.
4).
L.D.100
adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada 100 % hewan percobaan
Daftar dosis maksimal menurut FI digunakan untuk orang dewasa berumur 20 - 60 tahun, dengan berat badan 58 – 60 kg. Untuk orang yang sudah berusia lanjut dan pertumbuhan fisiknya sudah mulai menurun, maka pemberian dosis lebih kecil dari pada dosis dewasa.
Perbandingan dosis orang usia lanjut terhadap dosis dewasa :
Umur
Dosis
60-70 tahun
4/5 x dosis dewasa
70-80 tahun
¾ x dosis dewasa
80-90 tahun
2/3 x dosis dewasa
90 tahun keatas
½ x dosis dewasa
Dosis untuk wanita hamil
Untuk wanita hamil yang peka terhadap obat-obatan sebaiknya diberi dalam jumlah yang lebih kecil, bahkan untuk beberapa obat yang dapat mengakibatkan abortus dilarang, juga wanita menyusui, karena obat dapat diserap oleh bayi melalui ASI. Untuk anak dibawah 20 tahun mempunyai perhitungan khusus.
Dosis untuk anak dan bayi
Respon tubuh anak dan bayi terhadap obat tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. Dalam memilih dan menetapkan dosis memang tidak mudah karena harus diperhitungkan beberapa faktor, antara lain umur, berat badan, jenis kelamin, sifat penyakit, daya serap obat, ekskresi obat. Faktor lain kondisi pasien, kasus penyakit, jenis obatnya juga faktor toleransi, habituasi, adiksi dan sensitip.
Aturan pokok untuk memperhitungkan dosis untuk anak tidak ada, karena itu beberapa tokoh mencoba untuk membuat perhitungan berdasarkan umur, bobot badan dan luas permukaan (body surface ) . Sebagai patokan dapat kita ambil salah satu cara sebagai berkut :
Menghitung Dosis Maksimum Untuk Anak
(1) Berdasarkan Umur.
- Rumus YOUNG : n /n+12 x dosis maksimal dewasa, dimana n adalah umur dari anak 8 tahun kebawah.
- Rumus DILLING : n/20 x dosis maksimal dewasa, dimana n adalah umur dari anak 8 tahun kebawah.
- Rumus FRIED : n/150 x dosis maksimal dewasa, n adalah umur bayi dalam bulan
(2) Berdasarkan Berat Badan (BB)
- Rumus CLARK (Amerika) :
Berat badan anak dalam kg x dosis maksimal dewasa
150
atau
Berat Badan Anak dalam pound x dosis maksimal dewasa 68
- Rumus Thermich ( Jerman ) :
Berat Badan Anak dalam kg x dosis maksimal dewasa 70
Ada 3 macam bahan yang mempunyai DM untuk obat luar yaitu :
Naphthol, guaiacol, kreosot
untuk kulit
Sublimat
untuk mata
Iodoform
untuk obat pompa
Dosis maksimum gabungan
Bila dalam resep terdapat lebih dari satu macam obat yang mempunyai kerja bersamaan/searah, maka harus dibuat dosis maksimum gabungan. Dosis maksimum gabungan dinyatakan tidak lampau bila : pemakaian 1 kali zat A + pemakaian 1 kali zat B, hasilnya kurang dari 100 %, demikian pula pemakaian 1 harinya.
Contoh obat yang memiliki DM gabungan : Atropin Sulfas dengan Extractum Belladonnae, Pulvis Opii dengan Pulvis Doveri, Coffein dengan Aminophyllin, Arsen Trioxyda dengan Natrii Arsenas dan lain-lain
Dosis dengan pemakaian berdasar jam, contohnya s.o.t.h. (setiap tiga jam)
(1) Menurut FI edisi II untuk pemakaian sehari dihitung :
24/n X = 24/3 X = 8 kali minum dalam sehari semalam
(2) Menurut Van Duin :
16/n + 1 X = 16/3 + 1 = 6 kali minum obat untuk sehari semalam, kecuali untuk antibiotika dan sulfonamida dihitung 24 jam (seperti rumus dari FI. II)
Dosis untuk larutan mengandung sirup jumlah besar
Harus diperhatikan didalam obat minum yang mengandung sirup dalam jumlah besar yaitu lebih dari 16,67 % atau lebih dari 1/6 bagian, BJ larutan akan berubah dari 1 menjadi 1,3, sehingga berat larutan tidak akan sama dengan volume larutan.
Pengenalan Pertimbangan Dosis
Selain dosis maksimal kita juga mengenal dosis lazim yaitu dosis suatu obat yang dapat diharapkan menimbulkan efek pada pengobatan orang dewasa yang sesuai dengan gejalanya. Rentangan dosis lazim suatu obat menunjukkan kisaran kuantitatif atau jumlah obat yang dapat ditentukan dalam pengobatan biasa . Pemakaian diluar dosis lazim (kurang atau lebih) menyebabkan suatu permasalahan . Misalnya kuman menjadi kebal atau penyakit tidak sembuh.
Dalam Farmakope Indonesia edisi III dicantumkan dosis lazim untuk orang dewasa dan dosis lazim untuk bayi dan anak-anak Selain dinyatakan dalam umur, dosis lazim juga bisa dihitung berdasarkan berat badan pasien mengingat beberapa pasien ada yang tidak sesuai antara umur dan berat badannya.
Untuk obat-obat tertentu, dosis awal atau pemakaian pertama kadang jumlahnya besar, hal tersebut mungkin dibutuhkan untuk tercapainya konsentrasi obat yang diinginkan dalam darah atau jaringan, kemudian dilanjutkan dengan dosis perawatan. Dosis lazim memberi kita sejumlah obat yang cukup tapi tidak berlebih untuk menghasilkan suatu efek terapi.
Obat-obat paten yang dijual di apotik pada umumnya sudah tersedia dalam dosis lazimnya, sehingga memudahkan tenaga kesehatan (dokter/farmasis) untuk menentukan besarnya dosis lazim untuk orang dewasa maupun anak. Contohnya CTM tablet (4 mg/tablet), Dexamethason tablet (0,5 mg/tablet), Prednison tablet (5 mg/tablet), Ampisillin kapsul (250 mg/kapsul atau 500 mg/kapsul), Ampisillin sirup (125 mg/cth) dan lain – lain.
Mengapa kita perlu mempertimbangkan dosis obat, bila dosis maximalnya tidak lampau ?
Hal tersebut perlu dipertimbangkan karena beberapa macam obat DM nya tidak lampau tetapi dianggap tidak lazim. Misalnya dosis maximal CTM 40 mg per hari, sedangkan dosis lazimnya 6-16 mg /hari. Bila pasien minum CTM tablet 3 kali sehari 2 tablet, dosis maksimalnya belum dilampaui, tetapi dianggap tidak lazim karena efek terapi sudah dapat dicapai cukup dengan pemberian 3 kali sehari 1 tablet.

Jumat, 30 November 2012

Arti Cinta

Oke, mungkin bagi anak remaja yang sedang dilanda galau, cinta itu adalah sebuah Cerita Indah Tiada Akhir, pokoknya gak mau denger deh kata itu, tapi bagi anak remaja yang sedang dimabuk asmara, cinta itu adalah sebuah kata yang luar biasa indahnya minta ampun, sampai-sampai mereka dapat dibutakan dengan rasa cinta untuk pasangannya itu. Dijaman sekarang udah banyak remaja-remaja yang hanya mengartikan cinta itu hanya sebatas hubungan spesial dengan pasangan(lawan jenis), tanpa mereka ketahui dulu apa itu arti cinta itu sebenarnya ? Sehingga tak heran jika sekarang banyak remaja yang galau-galau karena si cinta itu tadi. Banyak anak-anak remaja yang terjebak oleh cinta yang semu. Weleh-weleh, nauzdubillah ..
Cinta adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada umatnya agar dapat saling menolong satu sama lain. Cinta itu bukan cuma ucapan yang kedengarannya indah ditelinga. Bukan tulisan yang indah untuk dilihat oleh mata dan bukan pula kata-kata yang indah diucapkan oleh mulut, tapi cinta harus diwujudkan dengan perbuatan dan pengorbanan, jangan dulu berani bilang cinta deh, jika kita belum bisa berkorban seutuhnya demi apa yang kamu cintai.
Perasaan kasih sayang itu Alloh yang memberinya, agar setiap makhluk-Nya saling mengasihi dan menyayangi oleh karena itu, perasaan hangat dan lembut itu disebutlah Fitrah. Kemudian Alloh melebihkan kita sebagai manusia dibanding semua makhluk-Nya AKAL, supaya kita (manusia) berfikir untuk mampu memaknai fitrah yang diberikan yang disebut dengan CINTA itu.
Cinta itu bukan cuma hanya sebatas dengan pasangan (lawan jenis) aja, tapi perwujudan cinta itu banyak, yang paling penting adalah: Yang pertama yaitu cinta kepada Allah SWT, jangan berani bilang cinta kepada Allah jika dalam kenyataannya kita  masih melanggar semua perintahnya, masih suka melakukan larangannya, munafik banget kalo kita bilang cinta kepada Allah tapi dalam kenyataanya seperti itu. Yuk, kita segera perbaiki keimanan ..
Kemudian cinta kepada orang tua, jangan berani bilang cinta pada orang tua deh, jika kita masih suka menolak perintahnya, jika kita masih suka memarahinya, jika kita masih suka membohonginya, bohong banget deh kalo kamu ngaku-ngaku cinta pada orang tua, eh tapi kenyataanya gitu.. (cape dechh). Asalkan kamu tau, orang tua tuh adalah orang yang pertama kali mengkhawatirkan kita ketika kita tak berada di rumah. Nasihat orang tua adalah tanda cinta mereka kepada kita selaku anaknya.
          Terus cinta kepada diri sendiri, jangan sekali-kali bilang kalo kita cinta sama diri sendiri, tapi dalam kenyataanya kita masih suka merusak tubuh sendiri (entah itu merokok ataupun seperti meminum minuman keras), masih suka melakukan hal buruk bagi diri sendiri. Coba kita mulai sayangi diri sendiri deh ..
          Cinta kepada sesama muslim, jangan bilang cinta pada semasa muslim, jika kita selalu menghindar di saat mereka menasihati kita ke arah yang lebih benar, jika saling cuek ketika bertemu.
          Jadi, yuk kita sama-sama memaknai arti cinta itu yang sebenarnya, kita sama-sama merperkuat keimanan kita agar tak terjerumus pada cinta yang semu ..

Laporan Kunjungan Industri

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
SMK Farmasi BHS adalah Sekolah Menengah Kejuruan dalam bidang farmasi yang pada setiap tahun siswa-siswinya diwajibkan untuk mengikuti kegiatan KI (Kunjungan Industri). Dimana latar belakang dari kegiatan kunjungan industri ini adalah agar siswa dapat mengerti akan pemanfaattan sumber daya alam yang berguna untuk kesehatan dan juga siswa dapat mendapat pengetahuan yang belum didapatkan dari sekolah.
Bangsa Indonesia sangatlah kaya akan sumber daya alamnya, yaitu bahan-bahan alami. Oleh karena itu kita harus mengelolah itu semua dengan baik dan efisien agar menghasilkan suatu produk yang diterima dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

1.2  Tujuan Kegiatan
1.      Agar siswa mengetahui cara memproduksi jamu dengan baik
2.      Agar siswa mengetahui mesin-mesin produksi
3.      Agar siswa mengetahui cara kerja dipabrk yang baik dan yang harus dilaksanakan.
4.      Agar siswa mengetahui lebih banyak tentang beragam tanaman obat (simplisia).
5.      Agar siswa mengetahi cara-cara mengolah obat tradisional yang baik.

BAB II
ISI
2.1 PT. Air Mancur
2.1.1 Propil PT. Air Mancur
1.      Identitas Perusahaan Air Mancur
Nama               :PT. Air Mancur
Deskripsi         : Perusahaan ini bergerak dalam bidang produk Herbal & Minuman         Kesehatan
Alamat                        : Jl. Raya Solo, Sragen KM 7 Palur  Solo, Jawa Tengah       
 Kategori         : Pabrik / Manufaktur
No.Telp           : 021- 42800575, 42800577
Homepage       : http://www.airmancur.co.id/ .

2.      Visi dan Misi Perusahaan Air Mancur

v  Visi
ü  Untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia dalam produk-produk kesehatan alami.
v  Misi
ü  Untuk menghasilkan obat-obatan herbal, minuman kesehatan, kosmetik dan suplemen makanan dengan inovasi dalam bahan-bahan alami, nilai tambah tinggi dan manfaat kesehatan kepada masyarakat.
ü  Untuk mencapai kepuasan pelanggan yang tinggi melalui nilai dari produk-produk berkualitas.
ü  Untuk memenuhi Stakeholder melalui pertunjukan perdana di atas rata-rata industri.
ü  Untuk mempertahankan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di atas rata-rata industri, selanjutnya meningkatkan pangsa pasar di kategori produk masing-masing.
ü  Untuk membangun sumber daya manusia yang handal dan kompeten dalam fungsi masing-masing.

2.1.2        Kegiatan di PT Air Mancur
1.      Sejarah PT. Air Mancur
PT. Jamu Air Mancur pada mulanya merupakan industri rumah tangga yang dirintis oleh Lambertus Wono Santoso yang didirikan di Pucang Sawit Surakarta dengan tenaga kerja hanya berjumlah 11 orang. Pada awal berdirinya proses sortasi, pembersihan bahan, penggilingan dan pengemasan masih dikerjakan secara manual. Produk kemudian dipasarkan di Jakarta oleh L.W. Santoso, dan karena terinspirasi dengan sebuah air mancur yang ada di Jakarta maka perusahaan ini dinamakan ” Air Mancur”. Tanggal 23 Maret 1963, L.W. Santoso mengajak dua orang rekannya yaitu Kimun Ongkosandjojo dan Rudi Hindrotonojo untuk memperbesar usaha dengan menyewa sebuah pabrik lengkap dengan mesin giling yang terletak di Wonogiri. Pada tanggal 23 Desember 1963 industri rumah tangga ini resmi berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT. Air Mancur yang berkedudukan di Wonogiri.
Pada tanggal 1 Januari 1964 seluruh kegiatan dipindahkan dari Pucang Sawit ke Wonogiri dengan tenaga kerja berjumlah 50 orang. Tahun 1969 jumlah karyawan mencapai 68 orang sehingga ruangan menjadi sempit. Oleh karena itu perusahaan mendirikan gedung baru di jalan pelem Wonogiri yang mulai digunakan pada tanggal 5 Oktober 1969, sementara Pucang Sawit digunakan sebagai gudang bahan baku. Pesatnya kemajuan yang dialami perusahaan diimbangi dengan mendatangkan mesin- mesin giling dan mesin tumbuk baru. Jumlah tenaga kerja terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sehingga pada tahun 1973 telah mencapai sekitar 1000 karyawan. Pada tahun ini mulai dibangun pabrik lagi di Palur tepatnya di Dusun Tegalharjo, kelurahan Dagen Kecamatan Jaten Karanganyar, karena keperluan ruangan kerja yang mendesak maka pada tanggal 24 Februari 1974 L.W. Santoso segera meresmikan pabrik di Karanganyar itu walaupun sebenarnya pembangunannya belum selesai seluruhnya.
Pada perkembangan selanjutnya dibangun lagi pabrik baru pada tahun 1976 di Desa Jajar, Kleco dalam Kota Surakarta. Peresmian pabrik baru di Kleco yang disediakan untuk kegiatan logistik dan laboratorium penelitian dan pengembangan ini dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tanggal 10 Desember 1976. pada tahun 1978 di bangun lagi pabrik baru di Desa Giriwono, kira-kira 4 km dari arah Wonogiri kota ke arah Solo. Dari tahun ketahun PT. Jamu Air mancur terus mengalami kemajuan yang cukup berarti, pada tahun 1995 dibangun lagi perusahaan di Jetis khusus untuk memproduksi kosmetika. Namun PT. Jamu Air Mancur bukan berarti tanpa masalah, karena pada tahun 1997 mendapat musibah dimana salah satu bagian dari pabrik yang terletak di Palur yaitu bagian pengemasan mengalami kebakaran sehingga untuk proses pengemasan di pindahkan ketempat terdekat dengan Unit Palur yaitu Celep yang terletak ± 400m dari Unit Palur. Karena kota Solo semakin padat maka lingkungan kota tidak boleh didirikan industri.
2.      Macam-macam proses produksi jamu
Lokasi Unit yang ada di PT. Jamu Air Mancur beserta proses yang
dilakukan antara lain:
1.      Unit Produksi Palur, untuk proses pengolahan jamu serbuk dan obat luar
a.       dalam bentuk padat.
2.      Unit Produksi Jetis, untuk pengolahan produk kosmetik.
1.      Unit Produksi Pelem, untuk pengolahan produk makanan dan minuman.
2.      Unit Produksi Klampisan untuk pengolahan produk makanan dan       minuman
3.      Unit Produksi Celep, untuk proses pengemasan jamu serbuk dan obat      luar
a.       dalam bentuk padat dengan menggunakan mesin.

1.      Pengelolahan Bahan Baku
Pengolahan bahan baku yang ada di PT. Air Mancur lebih jelasnya
adalah sebagai berikut:
1. Sortasi
Sortasi adalah suatu kegiatan untuk menghilangkan suatu kotoran atau benda-benda lain yang ada pada bahan. Sortasi dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan bahan baku dan kotoran yang terbawa pada saat penerimaan awal, misalnya kotoran tersebut berupa tanah, kerikil, debu atau benda asing lainnya dan bahan baku yang tidak sesuai SAM juga dipisahkan dan begitu juga dengan bahan yang cacat, bahan yang berjamur.
2. Pencucian
Pencucian yang dilakukan di PT. Jamu Air Mancur terdiri dari 2 tahap. Pencucian pertama dengan air bersih dilakukan sebanyak tiga sampai berulang kali mengunakan bak bertingkat. Sedangkan untuk pencucian kedua mengunakan cairan disenfektan.
3. Penyaringan
Penggorengan yang dilakukan pada bahan baku adalah jenis goreng sangrai yaitu penggorengan tanpa memakai minyak. Contoh bahan yang disangrai antara lain botor dan kedawung. Proses penggorengan kedawung bertujuan untuk mengelupas kulit.
4. Pengeringan
Pengeringan yang dilakukan di PT. Jamu Air Mancur digunakan pada bahan yang mengalami proses pencucian. Bahan-bahan tersebut adalah umbi-umbian, akar-akaran dan jenis rimpang. Tujuan dari proses pengeringan adalah untuk menghasilkan keseragaman kadar air dari bahan-bahan tersebut yaitu kurang dari 10%.
5. Pengecilan Ukuran
Pengecilan ukuran bertujuan untuk memenuhi standar keseragaman bahan dan untuk memudahkan proses selanjutnya. Pengecilan ukuran dilakukan agar bahan mempunyai ukuran yang sama.
6. Standarisasi bahan
Untuk mencapai bahan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PT. Jamu Air Mancur dilakukan proses yang disebut standarisasi bahan. Bahan yang biasa dilakukan proses standarisasi adalah bahan yang telah dilakukan pengecilan ukuran yaitu daun- daunan, akar-akaran, umbi-umbian dan rimpang.
7. Peracikan.
Bahan baku yang telah melalui proses-proses diatas, selanjutnya masuk dalam proses peracikan. Peracikan bahan baku dilakukan berdasarkan order dan bagian produksi sesuai perencanaan dari PPC (Plan Product Control). (PT. Jamu Air Mancur, 1999:26-32)

2.      Stuktur Organisasi Perusahaan
Manajemen PT. Jamu Air Mancur yang berhubungan dengan aktivitas langsung dengan aktifitas produksi di Unit Produksi Palur dibagi menjadi beberapa departemen yang bertangung jawab kepada masing-masing General Manager (GM). Berikut ini adalah bagian dari masing-masing pembagian beserta dengan tugasnya:
1. Departemen Plan Manager.
a. Merencanakan, mengarahkan dan mengevaluasi seluruh proses
produksi sesuai target yang telah ditentukan.
b. Menyusun dan melaksanakan rencana mingguan berdasar surat perintah mingguan.
c. Mengatur kebutuhan karyawan seperti makan siang, poliklinik, dan penggajian.
2. Departemen Quality Control.
Departemen Quality Contol (QC) merupakan departemen yang akan mengontrol kualitas produk di PT. Air Mancur. Dan bertanggung jawab terhadap mutu produk yang dihasilkan, departemen ini juga merangkap sebagai penanggung jawab atas sanitasi perusahaan, pemberian nomor batch, melaksanakan pemeriksaan bahan baku jamu dan bahan bantu jamu secara makroskopis dan mikroskopis, dan lain sebagainya.
3. Departemen Technical
Bertanggung jawab dalam hal perawatan mesin dan memperbaiki jika ada kerusakan.
4. Departemen SSH ( Safety, Sanitasi, Hygene)
a. Membentuk gugus keselamatan kerja di seluruh Unit PT. Jamu Air
Mancur.
b. Mengkoordinir pemeriksaan air produksi bekerjasama dengan QC dan
PDAM.
c. Pemeliharaan fasilitas MCK.
d. Menangani sanitasi Pabrik.
5. Departemen Treasury
a. Mengarahkan dan mengawasi proses pengolahan seluruh keuangan berkaitan dengan kebutuhan perusahaan
b. Melaksanakan pembayaran hutang piutang perusahaan, penggajian, dan penydiaan kas beku untuk tiap unit.
c. Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan berkaitan dari agen dan distributor, meliputi data-data tagihan dan surat-surat pembekuan.
6. Departemen Accounting
a. merencanakan ,mengarahkan dan mengawasi seluruh administrasi   pembekuan perusahaan dan distributor.
b. Melaksanakan pengolahan administrasi dan perhitungan pajak  perusahaan.
c. Menyiapkan faktur pajak standar untuk agen jamu.
7. Departemen Purchasing
a. Merencanakan dan mengawasi semua proses pengadaan bahan kebutuhan perusahaan meliputi bahan produksi dan non produksi.
b. Pengadaan Etiket dan Non Produksi.
c. Pengadaan bahan Simplisia dan Farmasi.
8. Departemen PSO (Product Supply Operation)
a. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan penyimpangan bahan baku
b. Bertanggung jawab terhadap penyimpangan Etiket.
9. Departemen Informasi dan teknologi.
a. Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi proses teknologi informasi di seluruh PT. Jamu Air Mancur.
b. Mengkoordinir dan mengendalikan pemakaian, pemeliharaan dan perbaikan hardware dan software.
c. Melaksanakan perawatan dan perbaikan program pengggajian pada SDM di seluruh Unit/Lokasi.
d. Perawatan seluruh program data resep jamu dan semua produk PT.
Jamu Air Mancur. (PT. Jamu Air Mancur, 1999:5-7)

3.      Laboratorium Perusahaan
1.      Laboratorium Farmakognosi
      Pengawasan yang dilakukan meliputi pemeriksaan mutu bahan baku, contohnya penawaran dari suplier bahan baku. Sampel yang akan dibeli diuji keaslian dan kadar kandungan zat berkhasiatnya sesuai dengan yang ditawarkan dan kadar zat berkhasiat yang terkandung memenuhi Standar Air Mancur (SAM). Pemeriksaan menyangkut makroskopis bahan dari bentuk, warna, bau dan rasa dan pemeriksaan makroskopis dengan mikroskop untuk lebih menguatkan dan dapat melihat konsentrasi dalam bahan.  Pengawasan lain yang dilakukan pada saat jamu setengah jadi yang telah distandarisasi, bahan diperiksa secara mikroskopis dengan melihat menggunakan mikroskop bentuk fisik dan konsentrasi dalam bahan campuran. Laboratorium Farmakognosi menentukan bahan baku dan bahan setengah jadi secara fisik apakah sesuai SAM untuk selanjutnya ditandai kelolosan uji farmakognosi untuk dilakukan proses produksi jamu.  Tugas lainnya adalah membuat herbarium basah dan kering dari simplisia yang masih utuh sebagai contoh standar baku PT. Air Mancur. Mengumpulkan data untuk syarat pendaftaran produk jamu baru dan mendokumentasikan tentang tanaman obat dari segi botani baru dan tanaman dari segi botani kultur teknis.  Fungsi Laboratorium Farmakognosi menyangkut determinasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan melakukan pengembangan pemeriksaan ke arah sintesa dari zat berkhasiat yang telah diisolasi laboratorium Fitokimia.

1.      Laboratorium Fitokimia
      Pengawasan bahan baku oleh laboratorium ini yaitu memeriksa kadar zat yang terkandung dalam simplisia secara destruksi, destilasi dan ekstraksi atau sesuai dengan prosedur penetapan sesuai spesifikasi dari masing-masing bahan. Kadar zat yang diperiksa diantaranya adalah kadar tanin, minyak atsiri, minyak lemak, alkaloid, kumarin, kurkumin, dsb. Pemeriksaan kuantitatif untuk bahan baku di laboratorium fitokimia yaitu memastikan kandungan kadar dari simplisia yang sudah distandarisasi sesuai dengan SAM, pemeriksaan di laboratorium ini dilakukan secara reaksi kimia. Pemeriksaan untuk bahan setengan jadi termasuk kontaminasi oleh logam berat, kadar air dan kadar abu.
 Tugas lain meliputi penentuan berat jenis, rotasi optik, indeks bias, pH zat berkhasiat dari bahan baku serta menetapkan kadar bahan pembantu.

2.      Laboratorium Mikrobiologi
      Pemeriksaan mikrobiologi meliputi produk setengah jadi maupun produk jadi. Pemeriksaan produk jamu serbuk dan obat luar dalam bentuk cair antara lain jumlah angka bakteri, jumlah kapang/khamir dan bakteri patogen.
       Laboratorium Mikrobiologi unit Palur menggunakan metode hitungan cawan atau Por Plate (metode taburan) untuk memeriksa total mikroba dan untuk mengidentifikasi adanya bakteri Escherichia coli dan  Salmonella.

3.      Laboratorium Fabrikasi
     Laboratorium sebagai pusat keluar masuk bahan yang akan diperiksa. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian nomor batch, kode produksi setelah bahan diperiksa sesuai spesifikasi masing-masing di laboratorium pengawasa mutu dan telah ditandai kelolosan uji. Pemeriksaan untuk produk bentuk serbuk yaitu memeriksa derajat kehalusan memakai cara pengayakan mess 120 atau sesuai spesifikasi serbuk yang dianalisa. Memeriksa derajat kehalusan serbuk, sifat serbuk dalam penyeduhan dan serbuk yang berlendir dalam jangka waktu tertentu.
       Untuk produk dalam bentuk kapsul, tablet, pil, obat luar dalam bentuk padat dilakukan uji waktu hancur, uji kekerasan dan keseragaman bobot. Tugas lainnya antara lain memeriksa dan ikuti mengawasi kandungan zat aktif berkhasiat dalam produk dan menentukan tanggal kadaluarsa untuk uji stabilitas. Yang dilakukan lainnya yaitu stabilitas kemasan, pemeriksaan stabilitas fisik dari produk baru yang akan diproduksi.
        Laboratorium fabrikasi berfungsi sebagai tempat menyimpan arsip, mencocokkan tiket atau kemasan sesuai SAM (Standar Air Mancur), membuat proses verbal dari arsip laboratorium produk jamu yang akan dimusnahkan.

4.      Laboratorium Sentral Instrumentasi
Sampel yang dikerjakan dilaboratorium Sentral Instrumentasi adalah :
ü  Simplisia (Bahan alam yang siap diproses menjadi jamu)
ü  Produk percobaan dari R & D ( Research and Development)
ü  Produk jadi
ü  Stabilitas produk jadi
ü  Bahan mutu
ü  Kemasan
ü  Produk pesaing
BAB III
PENUTUP
1.1  Kesimpulan
Pengertian obat adalah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniyah dan rohaniyah pada manusia atau hewan, memperelok bagian badan.
Pengertian obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan, yang berupa bahan dari tumbuhan, bahan dari hewan, bahan mineral, sediaan galenik, atau campuran dari bahan-bahan tersebut, secara tradisional yang telah digunakan berdasarkan pengalaman.
1.2  Saran
1.      Jika mempunyai perusahaan farmasi, hendaknya dikembangkan agar dapat tumbuh sukses secara maksimal
2.      Jaga kedisiplinan, kebersihan, dan keamananm agar produk yang dihasilkan maksimal.


 
DAFTAR PUSTAKA

http://www.airmancur.co.id
http://www.princessmomokawaii.blogspot.com/2009/