Jumat, 30 November 2012

Laporan Kunjungan Industri

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
SMK Farmasi BHS adalah Sekolah Menengah Kejuruan dalam bidang farmasi yang pada setiap tahun siswa-siswinya diwajibkan untuk mengikuti kegiatan KI (Kunjungan Industri). Dimana latar belakang dari kegiatan kunjungan industri ini adalah agar siswa dapat mengerti akan pemanfaattan sumber daya alam yang berguna untuk kesehatan dan juga siswa dapat mendapat pengetahuan yang belum didapatkan dari sekolah.
Bangsa Indonesia sangatlah kaya akan sumber daya alamnya, yaitu bahan-bahan alami. Oleh karena itu kita harus mengelolah itu semua dengan baik dan efisien agar menghasilkan suatu produk yang diterima dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

1.2  Tujuan Kegiatan
1.      Agar siswa mengetahui cara memproduksi jamu dengan baik
2.      Agar siswa mengetahui mesin-mesin produksi
3.      Agar siswa mengetahui cara kerja dipabrk yang baik dan yang harus dilaksanakan.
4.      Agar siswa mengetahui lebih banyak tentang beragam tanaman obat (simplisia).
5.      Agar siswa mengetahi cara-cara mengolah obat tradisional yang baik.

BAB II
ISI
2.1 PT. Air Mancur
2.1.1 Propil PT. Air Mancur
1.      Identitas Perusahaan Air Mancur
Nama               :PT. Air Mancur
Deskripsi         : Perusahaan ini bergerak dalam bidang produk Herbal & Minuman         Kesehatan
Alamat                        : Jl. Raya Solo, Sragen KM 7 Palur  Solo, Jawa Tengah       
 Kategori         : Pabrik / Manufaktur
No.Telp           : 021- 42800575, 42800577
Homepage       : http://www.airmancur.co.id/ .

2.      Visi dan Misi Perusahaan Air Mancur

v  Visi
ü  Untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia dalam produk-produk kesehatan alami.
v  Misi
ü  Untuk menghasilkan obat-obatan herbal, minuman kesehatan, kosmetik dan suplemen makanan dengan inovasi dalam bahan-bahan alami, nilai tambah tinggi dan manfaat kesehatan kepada masyarakat.
ü  Untuk mencapai kepuasan pelanggan yang tinggi melalui nilai dari produk-produk berkualitas.
ü  Untuk memenuhi Stakeholder melalui pertunjukan perdana di atas rata-rata industri.
ü  Untuk mempertahankan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di atas rata-rata industri, selanjutnya meningkatkan pangsa pasar di kategori produk masing-masing.
ü  Untuk membangun sumber daya manusia yang handal dan kompeten dalam fungsi masing-masing.

2.1.2        Kegiatan di PT Air Mancur
1.      Sejarah PT. Air Mancur
PT. Jamu Air Mancur pada mulanya merupakan industri rumah tangga yang dirintis oleh Lambertus Wono Santoso yang didirikan di Pucang Sawit Surakarta dengan tenaga kerja hanya berjumlah 11 orang. Pada awal berdirinya proses sortasi, pembersihan bahan, penggilingan dan pengemasan masih dikerjakan secara manual. Produk kemudian dipasarkan di Jakarta oleh L.W. Santoso, dan karena terinspirasi dengan sebuah air mancur yang ada di Jakarta maka perusahaan ini dinamakan ” Air Mancur”. Tanggal 23 Maret 1963, L.W. Santoso mengajak dua orang rekannya yaitu Kimun Ongkosandjojo dan Rudi Hindrotonojo untuk memperbesar usaha dengan menyewa sebuah pabrik lengkap dengan mesin giling yang terletak di Wonogiri. Pada tanggal 23 Desember 1963 industri rumah tangga ini resmi berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT. Air Mancur yang berkedudukan di Wonogiri.
Pada tanggal 1 Januari 1964 seluruh kegiatan dipindahkan dari Pucang Sawit ke Wonogiri dengan tenaga kerja berjumlah 50 orang. Tahun 1969 jumlah karyawan mencapai 68 orang sehingga ruangan menjadi sempit. Oleh karena itu perusahaan mendirikan gedung baru di jalan pelem Wonogiri yang mulai digunakan pada tanggal 5 Oktober 1969, sementara Pucang Sawit digunakan sebagai gudang bahan baku. Pesatnya kemajuan yang dialami perusahaan diimbangi dengan mendatangkan mesin- mesin giling dan mesin tumbuk baru. Jumlah tenaga kerja terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sehingga pada tahun 1973 telah mencapai sekitar 1000 karyawan. Pada tahun ini mulai dibangun pabrik lagi di Palur tepatnya di Dusun Tegalharjo, kelurahan Dagen Kecamatan Jaten Karanganyar, karena keperluan ruangan kerja yang mendesak maka pada tanggal 24 Februari 1974 L.W. Santoso segera meresmikan pabrik di Karanganyar itu walaupun sebenarnya pembangunannya belum selesai seluruhnya.
Pada perkembangan selanjutnya dibangun lagi pabrik baru pada tahun 1976 di Desa Jajar, Kleco dalam Kota Surakarta. Peresmian pabrik baru di Kleco yang disediakan untuk kegiatan logistik dan laboratorium penelitian dan pengembangan ini dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tanggal 10 Desember 1976. pada tahun 1978 di bangun lagi pabrik baru di Desa Giriwono, kira-kira 4 km dari arah Wonogiri kota ke arah Solo. Dari tahun ketahun PT. Jamu Air mancur terus mengalami kemajuan yang cukup berarti, pada tahun 1995 dibangun lagi perusahaan di Jetis khusus untuk memproduksi kosmetika. Namun PT. Jamu Air Mancur bukan berarti tanpa masalah, karena pada tahun 1997 mendapat musibah dimana salah satu bagian dari pabrik yang terletak di Palur yaitu bagian pengemasan mengalami kebakaran sehingga untuk proses pengemasan di pindahkan ketempat terdekat dengan Unit Palur yaitu Celep yang terletak ± 400m dari Unit Palur. Karena kota Solo semakin padat maka lingkungan kota tidak boleh didirikan industri.
2.      Macam-macam proses produksi jamu
Lokasi Unit yang ada di PT. Jamu Air Mancur beserta proses yang
dilakukan antara lain:
1.      Unit Produksi Palur, untuk proses pengolahan jamu serbuk dan obat luar
a.       dalam bentuk padat.
2.      Unit Produksi Jetis, untuk pengolahan produk kosmetik.
1.      Unit Produksi Pelem, untuk pengolahan produk makanan dan minuman.
2.      Unit Produksi Klampisan untuk pengolahan produk makanan dan       minuman
3.      Unit Produksi Celep, untuk proses pengemasan jamu serbuk dan obat      luar
a.       dalam bentuk padat dengan menggunakan mesin.

1.      Pengelolahan Bahan Baku
Pengolahan bahan baku yang ada di PT. Air Mancur lebih jelasnya
adalah sebagai berikut:
1. Sortasi
Sortasi adalah suatu kegiatan untuk menghilangkan suatu kotoran atau benda-benda lain yang ada pada bahan. Sortasi dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan bahan baku dan kotoran yang terbawa pada saat penerimaan awal, misalnya kotoran tersebut berupa tanah, kerikil, debu atau benda asing lainnya dan bahan baku yang tidak sesuai SAM juga dipisahkan dan begitu juga dengan bahan yang cacat, bahan yang berjamur.
2. Pencucian
Pencucian yang dilakukan di PT. Jamu Air Mancur terdiri dari 2 tahap. Pencucian pertama dengan air bersih dilakukan sebanyak tiga sampai berulang kali mengunakan bak bertingkat. Sedangkan untuk pencucian kedua mengunakan cairan disenfektan.
3. Penyaringan
Penggorengan yang dilakukan pada bahan baku adalah jenis goreng sangrai yaitu penggorengan tanpa memakai minyak. Contoh bahan yang disangrai antara lain botor dan kedawung. Proses penggorengan kedawung bertujuan untuk mengelupas kulit.
4. Pengeringan
Pengeringan yang dilakukan di PT. Jamu Air Mancur digunakan pada bahan yang mengalami proses pencucian. Bahan-bahan tersebut adalah umbi-umbian, akar-akaran dan jenis rimpang. Tujuan dari proses pengeringan adalah untuk menghasilkan keseragaman kadar air dari bahan-bahan tersebut yaitu kurang dari 10%.
5. Pengecilan Ukuran
Pengecilan ukuran bertujuan untuk memenuhi standar keseragaman bahan dan untuk memudahkan proses selanjutnya. Pengecilan ukuran dilakukan agar bahan mempunyai ukuran yang sama.
6. Standarisasi bahan
Untuk mencapai bahan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PT. Jamu Air Mancur dilakukan proses yang disebut standarisasi bahan. Bahan yang biasa dilakukan proses standarisasi adalah bahan yang telah dilakukan pengecilan ukuran yaitu daun- daunan, akar-akaran, umbi-umbian dan rimpang.
7. Peracikan.
Bahan baku yang telah melalui proses-proses diatas, selanjutnya masuk dalam proses peracikan. Peracikan bahan baku dilakukan berdasarkan order dan bagian produksi sesuai perencanaan dari PPC (Plan Product Control). (PT. Jamu Air Mancur, 1999:26-32)

2.      Stuktur Organisasi Perusahaan
Manajemen PT. Jamu Air Mancur yang berhubungan dengan aktivitas langsung dengan aktifitas produksi di Unit Produksi Palur dibagi menjadi beberapa departemen yang bertangung jawab kepada masing-masing General Manager (GM). Berikut ini adalah bagian dari masing-masing pembagian beserta dengan tugasnya:
1. Departemen Plan Manager.
a. Merencanakan, mengarahkan dan mengevaluasi seluruh proses
produksi sesuai target yang telah ditentukan.
b. Menyusun dan melaksanakan rencana mingguan berdasar surat perintah mingguan.
c. Mengatur kebutuhan karyawan seperti makan siang, poliklinik, dan penggajian.
2. Departemen Quality Control.
Departemen Quality Contol (QC) merupakan departemen yang akan mengontrol kualitas produk di PT. Air Mancur. Dan bertanggung jawab terhadap mutu produk yang dihasilkan, departemen ini juga merangkap sebagai penanggung jawab atas sanitasi perusahaan, pemberian nomor batch, melaksanakan pemeriksaan bahan baku jamu dan bahan bantu jamu secara makroskopis dan mikroskopis, dan lain sebagainya.
3. Departemen Technical
Bertanggung jawab dalam hal perawatan mesin dan memperbaiki jika ada kerusakan.
4. Departemen SSH ( Safety, Sanitasi, Hygene)
a. Membentuk gugus keselamatan kerja di seluruh Unit PT. Jamu Air
Mancur.
b. Mengkoordinir pemeriksaan air produksi bekerjasama dengan QC dan
PDAM.
c. Pemeliharaan fasilitas MCK.
d. Menangani sanitasi Pabrik.
5. Departemen Treasury
a. Mengarahkan dan mengawasi proses pengolahan seluruh keuangan berkaitan dengan kebutuhan perusahaan
b. Melaksanakan pembayaran hutang piutang perusahaan, penggajian, dan penydiaan kas beku untuk tiap unit.
c. Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan berkaitan dari agen dan distributor, meliputi data-data tagihan dan surat-surat pembekuan.
6. Departemen Accounting
a. merencanakan ,mengarahkan dan mengawasi seluruh administrasi   pembekuan perusahaan dan distributor.
b. Melaksanakan pengolahan administrasi dan perhitungan pajak  perusahaan.
c. Menyiapkan faktur pajak standar untuk agen jamu.
7. Departemen Purchasing
a. Merencanakan dan mengawasi semua proses pengadaan bahan kebutuhan perusahaan meliputi bahan produksi dan non produksi.
b. Pengadaan Etiket dan Non Produksi.
c. Pengadaan bahan Simplisia dan Farmasi.
8. Departemen PSO (Product Supply Operation)
a. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan penyimpangan bahan baku
b. Bertanggung jawab terhadap penyimpangan Etiket.
9. Departemen Informasi dan teknologi.
a. Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi proses teknologi informasi di seluruh PT. Jamu Air Mancur.
b. Mengkoordinir dan mengendalikan pemakaian, pemeliharaan dan perbaikan hardware dan software.
c. Melaksanakan perawatan dan perbaikan program pengggajian pada SDM di seluruh Unit/Lokasi.
d. Perawatan seluruh program data resep jamu dan semua produk PT.
Jamu Air Mancur. (PT. Jamu Air Mancur, 1999:5-7)

3.      Laboratorium Perusahaan
1.      Laboratorium Farmakognosi
      Pengawasan yang dilakukan meliputi pemeriksaan mutu bahan baku, contohnya penawaran dari suplier bahan baku. Sampel yang akan dibeli diuji keaslian dan kadar kandungan zat berkhasiatnya sesuai dengan yang ditawarkan dan kadar zat berkhasiat yang terkandung memenuhi Standar Air Mancur (SAM). Pemeriksaan menyangkut makroskopis bahan dari bentuk, warna, bau dan rasa dan pemeriksaan makroskopis dengan mikroskop untuk lebih menguatkan dan dapat melihat konsentrasi dalam bahan.  Pengawasan lain yang dilakukan pada saat jamu setengah jadi yang telah distandarisasi, bahan diperiksa secara mikroskopis dengan melihat menggunakan mikroskop bentuk fisik dan konsentrasi dalam bahan campuran. Laboratorium Farmakognosi menentukan bahan baku dan bahan setengah jadi secara fisik apakah sesuai SAM untuk selanjutnya ditandai kelolosan uji farmakognosi untuk dilakukan proses produksi jamu.  Tugas lainnya adalah membuat herbarium basah dan kering dari simplisia yang masih utuh sebagai contoh standar baku PT. Air Mancur. Mengumpulkan data untuk syarat pendaftaran produk jamu baru dan mendokumentasikan tentang tanaman obat dari segi botani baru dan tanaman dari segi botani kultur teknis.  Fungsi Laboratorium Farmakognosi menyangkut determinasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan melakukan pengembangan pemeriksaan ke arah sintesa dari zat berkhasiat yang telah diisolasi laboratorium Fitokimia.

1.      Laboratorium Fitokimia
      Pengawasan bahan baku oleh laboratorium ini yaitu memeriksa kadar zat yang terkandung dalam simplisia secara destruksi, destilasi dan ekstraksi atau sesuai dengan prosedur penetapan sesuai spesifikasi dari masing-masing bahan. Kadar zat yang diperiksa diantaranya adalah kadar tanin, minyak atsiri, minyak lemak, alkaloid, kumarin, kurkumin, dsb. Pemeriksaan kuantitatif untuk bahan baku di laboratorium fitokimia yaitu memastikan kandungan kadar dari simplisia yang sudah distandarisasi sesuai dengan SAM, pemeriksaan di laboratorium ini dilakukan secara reaksi kimia. Pemeriksaan untuk bahan setengan jadi termasuk kontaminasi oleh logam berat, kadar air dan kadar abu.
 Tugas lain meliputi penentuan berat jenis, rotasi optik, indeks bias, pH zat berkhasiat dari bahan baku serta menetapkan kadar bahan pembantu.

2.      Laboratorium Mikrobiologi
      Pemeriksaan mikrobiologi meliputi produk setengah jadi maupun produk jadi. Pemeriksaan produk jamu serbuk dan obat luar dalam bentuk cair antara lain jumlah angka bakteri, jumlah kapang/khamir dan bakteri patogen.
       Laboratorium Mikrobiologi unit Palur menggunakan metode hitungan cawan atau Por Plate (metode taburan) untuk memeriksa total mikroba dan untuk mengidentifikasi adanya bakteri Escherichia coli dan  Salmonella.

3.      Laboratorium Fabrikasi
     Laboratorium sebagai pusat keluar masuk bahan yang akan diperiksa. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian nomor batch, kode produksi setelah bahan diperiksa sesuai spesifikasi masing-masing di laboratorium pengawasa mutu dan telah ditandai kelolosan uji. Pemeriksaan untuk produk bentuk serbuk yaitu memeriksa derajat kehalusan memakai cara pengayakan mess 120 atau sesuai spesifikasi serbuk yang dianalisa. Memeriksa derajat kehalusan serbuk, sifat serbuk dalam penyeduhan dan serbuk yang berlendir dalam jangka waktu tertentu.
       Untuk produk dalam bentuk kapsul, tablet, pil, obat luar dalam bentuk padat dilakukan uji waktu hancur, uji kekerasan dan keseragaman bobot. Tugas lainnya antara lain memeriksa dan ikuti mengawasi kandungan zat aktif berkhasiat dalam produk dan menentukan tanggal kadaluarsa untuk uji stabilitas. Yang dilakukan lainnya yaitu stabilitas kemasan, pemeriksaan stabilitas fisik dari produk baru yang akan diproduksi.
        Laboratorium fabrikasi berfungsi sebagai tempat menyimpan arsip, mencocokkan tiket atau kemasan sesuai SAM (Standar Air Mancur), membuat proses verbal dari arsip laboratorium produk jamu yang akan dimusnahkan.

4.      Laboratorium Sentral Instrumentasi
Sampel yang dikerjakan dilaboratorium Sentral Instrumentasi adalah :
ü  Simplisia (Bahan alam yang siap diproses menjadi jamu)
ü  Produk percobaan dari R & D ( Research and Development)
ü  Produk jadi
ü  Stabilitas produk jadi
ü  Bahan mutu
ü  Kemasan
ü  Produk pesaing
BAB III
PENUTUP
1.1  Kesimpulan
Pengertian obat adalah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniyah dan rohaniyah pada manusia atau hewan, memperelok bagian badan.
Pengertian obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan, yang berupa bahan dari tumbuhan, bahan dari hewan, bahan mineral, sediaan galenik, atau campuran dari bahan-bahan tersebut, secara tradisional yang telah digunakan berdasarkan pengalaman.
1.2  Saran
1.      Jika mempunyai perusahaan farmasi, hendaknya dikembangkan agar dapat tumbuh sukses secara maksimal
2.      Jaga kedisiplinan, kebersihan, dan keamananm agar produk yang dihasilkan maksimal.


 
DAFTAR PUSTAKA

http://www.airmancur.co.id
http://www.princessmomokawaii.blogspot.com/2009/



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar